Pemerintahan

Gubernur Jatim Tegaskan Lansia Harus Tetap Sehat, Mandiri, dan Produktif

248
×

Gubernur Jatim Tegaskan Lansia Harus Tetap Sehat, Mandiri, dan Produktif

Share this article

BISNISINSPIRE.COMKota Malang – Pemerintah Provinsi Jawa Timur memperingati Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) 2026 melalui rangkaian kegiatan bertajuk Sapa Lansia Jawa Timur Sejahtera (Jawara) yang digelar di kawasan Pasar Bentoel dan Unit Pelaksana Teknis Rehabilitasi Sosial Netra (UPT RSBN) Malang, Jumat (29/5/2026).

Kegiatan yang berlangsung meriah dan penuh kehangatan tersebut dihadiri Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama ratusan lansia dari berbagai daerah. Dalam momentum HLUN 2026 ini, Pemprov Jatim menghadirkan beragam layanan sosial, kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi bagi para lanjut usia.

Gubernur Khofifah menegaskan bahwa perhatian terhadap lansia harus terus diperkuat melalui berbagai program yang mendukung kualitas hidup mereka agar tetap sehat, aktif, mandiri, dan bahagia menjalani masa tua.

“Peringatan HLUN ini menjadi momentum untuk memastikan para lansia di Jawa Timur tetap sehat, aktif, mandiri, dan bahagia menjalani masa tua,” ujar Khofifah.

Kegiatan HLUN 2026 di Jatim terlaksana melalui kolaborasi berbagai pihak. Pemprov Jatim melalui Dinas Sosial Jatim bekerja sama dengan Pengurus Pusat Ikatan Alumni Universitas Airlangga (IKA Unair), BUMD Jatim, RSUD Dr. Saiful Anwar Malang, RS Mata Masyarakat Surabaya, Dinas Koperasi Jatim, Sekolah Rakyat, hingga Pemkot Malang sebagai tuan rumah.

Selain itu, berbagai komunitas lansia juga dilibatkan, seperti Komda Lansia, Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI), Komunitas Wanita Usia Lanjut (WULAN), dan Komunitas Lansia Restu.

Di Pasar Bentoel, Gubernur Khofifah menyapa satu per satu pedagang lansia yang masih aktif berjualan. Ia juga menyerahkan zakat produktif kepada para lansia pelaku usaha kecil sebagai bentuk dukungan agar mereka tetap mandiri dan produktif di usia senja.

Sebanyak 100 pedagang lansia dan pelaku UMKM lansia menerima bantuan zakat produktif senilai Rp500 ribu per orang. Selain itu, bantuan sembako diberikan kepada 250 lansia serta penyaluran daging kurban kepada seluruh peserta yang hadir.

See also  Pemerintah Indonesia: Penyusunan KUHAP Baru Telah Penuhi Aspirasi Publik

“Lansia harus terus diberi ruang untuk berdaya karena pengalaman dan semangat mereka menjadi kekuatan penting dalam kehidupan bermasyarakat,” katanya.

Tak hanya bantuan ekonomi, perhatian terhadap kesehatan lansia juga menjadi fokus dalam peringatan HLUN 2026. Sebanyak 100 lansia mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis hasil kolaborasi IKA Unair dan RSUD Dr. Saiful Anwar Malang.

Para lansia juga antusias mengikuti pemeriksaan mata gratis serta menerima bantuan 100 kacamata baca dari RS Mata Masyarakat Surabaya. Selain itu, Pemprov Jatim turut menyalurkan alat bantu mobilitas bagi lansia dengan keterbatasan gerak.

Layanan fisioterapi gratis dari UPT RSBN Malang juga dipadati peserta. Para lansia mendapatkan terapi kebugaran untuk membantu mengurangi keluhan fisik akibat faktor usia.

Kemeriahan HLUN 2026 semakin terasa melalui Program Angkringan Lansia yang melibatkan 40 pedagang lansia dengan berbagai sajian makanan dan minuman gratis. Stan UMKM Lansia binaan Dinsos Jatim turut memamerkan berbagai hasil karya, mulai kerajinan tangan, makanan olahan, hingga hasil panen inovasi Ladangku.

Suasana semakin semarak saat Pentas Seni Lansia digelar. Para peserta tampak bernyanyi dan menikmati hiburan dengan penuh kebahagiaan. Sementara layanan Salon Lansia yang menyediakan potong rambut gratis juga ramai diminati peserta.

Di luar momentum HLUN, Pemprov Jatim disebut terus memperkuat perhatian terhadap kesejahteraan lansia melalui berbagai program berkelanjutan. Salah satunya melalui Program Keluarga Harapan (PKH) Plus bagi lansia di atas 70 tahun dalam keluarga penerima PKH reguler.

Pada tahun 2026, sebanyak 54 ribu lansia di Jawa Timur menerima bantuan PKH Plus dengan total anggaran mencapai Rp108 miliar. Masing-masing penerima memperoleh bantuan sebesar Rp2 juta yang dicairkan dalam empat tahap.

Selain itu, bantuan permakanan bagi lansia di Lembaga Kesejahteraan Sosial Lanjut Usia (LKSLU) juga terus disalurkan. Tahun ini, bantuan diberikan kepada lima LKSLU di berbagai wilayah Jatim dengan total nilai Rp457,5 juta untuk 100 penerima manfaat.

See also  Sapi Kurban Presiden Prabowo Subianto Curi Perhatian Jamaah Saat Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elestianto Dardak Salat Id di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya

Pemprov Jatim juga memberikan layanan rehabilitasi sosial dasar melalui tujuh UPT Pelayanan Sosial Tresna Werdha (PSTW) milik Dinsos Jatim yang berada di Jombang, Blitar, Pasuruan, Magetan, Bondowoso, Jember, dan Banyuwangi.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah juga menyalurkan bantuan sosial senilai Rp3,645 miliar untuk Kota Malang. Bantuan tersebut ditujukan bagi masyarakat rentan, termasuk penyandang disabilitas, masyarakat miskin, dan kelompok membutuhkan lainnya.

Melalui peringatan HLUN 2026, Gubernur Khofifah berharap masyarakat semakin peduli terhadap keberadaan lansia dan terus menghadirkan ruang yang ramah bagi mereka.

Sejalan dengan tema HLUN 2026, “Lansia Tangguh, Indonesia Tumbuh, Jawa Timur Sejahtera”, para lansia diharapkan tetap sehat, mandiri, aktif, dan produktif sebagai bagian penting dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat serta kemajuan Jawa Timur dan Indonesia. (RSE)