EkonomiPemerintahanPendidikan

Gus Ipul: Sekolah Rakyat Buka Jalan Anak Miskin Raih Masa Depan yang Lebih Baik

286
×

Gus Ipul: Sekolah Rakyat Buka Jalan Anak Miskin Raih Masa Depan yang Lebih Baik

Share this article

BISNISINSPIRE.COMLombok Barat – Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan Sekolah Rakyat menjadi salah satu upaya pemerintah untuk membuka akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem agar memiliki kesempatan yang sama dalam meraih masa depan yang lebih baik.

Hal tersebut disampaikan Gus Ipul saat menghadiri Open House Sekolah Rakyat di Sentra Paramita Mataram, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Jumat (10/7). Kegiatan tersebut mempertemukan calon siswa beserta orang tua dengan para siswa Sekolah Rakyat yang telah menjalani pendidikan selama satu tahun sejak program rintisan dimulai pada Juli 2025.

Menurut Gus Ipul, perubahan yang paling terlihat dari para siswa adalah tumbuhnya rasa percaya diri dan keberanian untuk kembali memiliki cita-cita yang sebelumnya sempat terkubur karena keterbatasan ekonomi.

“Anak-anak yang selama ini mungkin mengubur mimpinya, sekarang mulai lebih percaya diri, lebih optimistis, dan berani meraih cita-citanya,” ujar Gus Ipul.

Ia menjelaskan, Sekolah Rakyat tidak membuka pendaftaran secara umum. Pemerintah menjangkau langsung keluarga sasaran berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), dengan prioritas masyarakat pada desil 1 dan 2 atau kelompok ekonomi paling bawah.

Dalam dialog bersama para siswa, sejumlah kisah inspiratif turut disampaikan. Salah satunya Novatul Alratia (14), siswi Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 18 Lombok Barat. Gus Ipul mengungkapkan Novatul yang sebelumnya dikenal pemalu kini berhasil meraih prestasi sebagai juara pertama pencak silat tingkat nasional.

“Padahal dulu Novatul ini pemalu, pendiam, dan jarang bicara. Sekarang sudah menjadi juara nasional,” kata Gus Ipul. Novatul mengaku bercita-cita menjadi polisi wanita.

Kisah lain datang dari Haikal Abdul Majid (14), siswa SRMP 18 Lombok Barat yang bercita-cita menjadi psikolog. Haikal mengaku senang belajar di Sekolah Rakyat karena mendapatkan lingkungan yang mendukung, guru yang baik, serta fasilitas pendidikan yang memadai.

See also  Indonesia Masuk Watchlist S&P Dow Jones, Posisi Emerging Market di Ujung Tanduk

Momen yang paling menyentuh terjadi ketika calon siswa M. Faturrahman menyampaikan cita-citanya ingin menjadi pilot. Saat ditanya alasan memilih profesi tersebut, Fatur menjawab ingin memberangkatkan ibunya ke Tanah Suci.

“Biar bisa mengumrahkan ibu,” jawab Fatur kepada Gus Ipul.

Menutup kegiatan tersebut, Gus Ipul mengingatkan para siswa agar selalu menghormati orang tua dan guru, apa pun kondisi ekonomi keluarganya. Ia berharap Sekolah Rakyat mampu melahirkan generasi yang tangguh, berkarakter, memiliki keterampilan, serta menjadi pemimpin Indonesia di masa depan.

“Orang tua kalian bisa jadi pemulung, buruh serabutan, atau pekerja bangunan, tetapi tetap harus dihormati. Mudah-mudahan dari Sekolah Rakyat ini lahir dokter, guru, psikolog, polisi, pilot, bahkan Presiden Republik Indonesia di masa depan,” tutupnya. (ACH)