BISNISINSPIRE.COM – JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan Rabu (26/8/2026). Namun, di tengah tekanan pasar, investor asing justru mencatatkan aksi beli bersih atau net buy hingga Rp1,37 triliun di seluruh pasar.
IHSG berakhir turun 95,98 poin atau 1,48 persen ke level 6.405,68. Pelemahan indeks tersebut terjadi ketika investor menghadapi meningkatnya kehati-hatian terhadap kondisi pasar domestik.
Data perdagangan menunjukkan, meski secara keseluruhan investor asing membukukan net buy, di pasar reguler justru tercatat aksi jual bersih sebesar Rp201,1 miliar.
Salah satu saham yang paling banyak diborong investor asing adalah PT Bank Mandiri Tbk (BMRI). Nilai pembelian bersih asing pada saham tersebut mencapai Rp255,24 miliar.
Menariknya, aksi beli asing tersebut belum mampu mendorong BMRI ke zona positif. Saham Bank Mandiri ditutup melemah 0,95 persen ke level Rp4.160 per saham.
Selain BMRI, sejumlah saham lain juga menjadi sasaran pembelian investor asing sepanjang perdagangan Rabu.
PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) mencatat net buy asing sebesar Rp102,67 miliar, disusul PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebesar Rp80,81 miliar.
Berikutnya, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) mencatat pembelian bersih asing Rp66,14 miliar, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) Rp30,19 miliar, dan PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) Rp24,74 miliar.
Investor asing juga membukukan net buy pada PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) sebesar Rp23,93 miliar dan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) Rp23,54 miliar.
Sementara itu, PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) mencatat net buy asing Rp17,89 miliar dan PT Astra International Tbk (ASII) sebesar Rp15,79 miliar.
TPIA Jadi Saham yang Paling Banyak Dijual
Di sisi lain, tekanan jual asing paling besar tercatat pada saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA).
Investor asing mencatatkan net sell TPIA sebesar Rp200,43 miliar. Tekanan tersebut ikut menyeret saham TPIA turun 6 persen hingga ditutup di level Rp1.870 per saham.
Perbedaan antara pergerakan IHSG dan aktivitas investor asing menjadi perhatian pelaku pasar. Ketika indeks terkoreksi cukup dalam, sejumlah saham berkapitalisasi besar justru tetap menjadi sasaran akumulasi investor asing.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pelemahan IHSG tidak serta-merta membuat investor asing keluar dari pasar saham Indonesia. Sebagian investor masih melihat peluang pada emiten tertentu, khususnya saham-saham dengan likuiditas dan fundamental yang dinilai menarik.
Bank Mandiri menjadi contoh utama pada perdagangan tersebut. Meskipun IHSG terkoreksi dan harga BMRI turun, investor asing justru menjadi pembeli bersih terbesar pada saham tersebut.
Pergerakan dana asing selanjutnya akan menjadi salah satu sentimen yang perlu dicermati pelaku pasar, terutama di tengah volatilitas IHSG dan meningkatnya kehati-hatian investor terhadap kondisi domestik.
Dengan IHSG berada di level 6.405,68, investor juga akan mencermati kemampuan indeks bertahan di area 6.400 serta arah aliran dana asing pada perdagangan berikutnya. (KYF)



