BISNISINSPIRE.COM – *SAMPANG, 23 JULI 2026* – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan dengan menggelar Pasar Murah di halaman Kantor Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, Selasa (21/7).
Tak sekadar meninjau pelaksanaan Pasar Murah, Gubernur Khofifah juga memborong berbagai produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang dijual para pelaku usaha lokal. Mulai dari minuman herbal tradisional seperti sinom dan beras kencur, cabai, aneka kebutuhan pokok, hingga produk kerajinan batik. Seluruh produk yang dibelinya kemudian dibagikan langsung kepada masyarakat yang hadir.
“Alhamdulillah, Pasar Murah kali ini kami laksanakan di Sampang. Animo dan antusiasme masyarakat besar sekali. Saya juga sempat membeli produk yang dijual karena Alhamdulillah kita di Jawa Timur selalu diberkahi kekayaan alam terbaik yang hasil olahannya juga unggul,” ujarnya.
Selain memborong produk UMKM, Khofifah juga menyerahkan bantuan beras SPHP kemasan lima kilogram kepada 23 warga lanjut usia sementara ibu hamil dan anak anak mendapat telur gratis. Setelah itu, ia menyempatkan diri menyapa, berdialog, serta mendengarkan langsung aspirasi masyarakat sembari memantau jalannya transaksi di lokasi pasar murah.
Khofifah menjelaskan, penyelenggaraan Pasar Murah merupakan salah satu instrumen strategis Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam menjaga keterjangkauan harga bahan pokok, memperkuat daya beli masyarakat, sekaligus mengendalikan inflasi daerah.
Dalam Pasar Murah, masyarakat dapat membeli berbagai kebutuhan pokok dengan harga lebih rendah dibandingkan harga pasar. Beras premium dijual Rp14.000 per kilogram, beras SPHP Rp11.000 per kilogram, minyak goreng Rp13.000 per liter, tepung terigu Rp10.000 per kilogram, gula pasir Rp14.000 per kilogram, telur ayam ras Rp20.000 per pak, serta daging ayam ras Rp32.000 per pak. Selain itu tersedia pula bawang putih dan bawang merah masing-masing Rp6.000 per 250 gram, serta paket cabai Rp5.000 per 200 gram.
“Adanya Pasar Murah ini tentu untuk pengendalian inflasi dan penguatan ketahanan pangan. Selama ini, Alhamdulillah Jawa Timur relatif stabil dalam penekanan inflasi dan telah menjadi lumbung pangan Nasional. Hanya saja, dengan iklim global seperti sekarang, kami selalu berjaga dan melakukan intervensi bahkan sebelum krisis terjadi,” terangnya.
Kehadiran Pasar Murah pun disambut antusias masyarakat. Salah satunya Halimatus Sa’diyah (65), warga Kecamatan Camplong yang sehari-hari bekerja sebagai tukang pijat. Sejak ditinggal wafat suaminya, Halimatus membesarkan enam anak seorang diri, termasuk putrinya Mahmudah (35) yang merupakan penyandang disabilitas netra. Ia mengaku bersyukur dapat menghadiri pasar murah dan menerima bantuan beras langsung dari Gubernur Khofifah.
“Saya baru pertama kali ke Pasar Murah seperti ini. Alhamdulillah oleh Bu Gubernur diberikan beras gratis untuk saya dan anak saya. Terima kasih, Bu Khofifah. Saya merasa sangat terbantu sekali. Mudah-mudahan ibu selalu sehat.
(HUE)



