BISNISINSPIRE.COM – Saham PT Danasupra Erapacific Tbk (DEFI) kembali mencuri perhatian pelaku pasar setelah melesat 34,23 persen ke level Rp200 dalam perdagangan terbaru di Bursa Efek Indonesia (BEI). Lonjakan tersebut membuat DEFI masuk jajaran top gainers harian di tengah pergerakan IHSG yang cenderung mixed.
Kenaikan saham DEFI memperpanjang reli agresif emiten ini sepanjang 2026. Berdasarkan data perdagangan BEI yang dirangkum IDX Channel, saham DEFI sebelumnya bahkan sempat melonjak hingga 226 persen hanya dalam sepekan perdagangan periode 13–17 April 2026 dan ditutup di level Rp163.
Meski harga saham melonjak tajam, kondisi fundamental perusahaan masih menjadi sorotan. Laporan keuangan 2025 menunjukkan pendapatan DEFI naik menjadi Rp7,81 miliar dibanding Rp6,34 miliar pada tahun sebelumnya. Namun, perusahaan masih membukukan rugi tahun berjalan sebesar Rp11,33 miliar akibat kenaikan beban operasional dan administrasi.
Dalam ulasan Investor IDN, DEFI disebut tengah berada dalam fase transformasi bisnis setelah pencabutan izin usaha pembiayaan pada 2022. Emiten ini kini dikabarkan mengkaji diversifikasi usaha ke sektor non-keuangan seperti F&B, teknologi informasi, hingga broadcasting. Manajemen juga disebut tengah mempertimbangkan rights issue untuk memperkuat modal perusahaan.
Jurnalis pasar modal KabarBursa, Hutama Prayoga, menilai lonjakan harga saham DEFI lebih dipengaruhi faktor teknikal dan sentimen pasar dibanding perbaikan fundamental.
“Meski pendapatan meningkat, profitabilitas DEFI masih mengalami tekanan dan rugi perusahaan justru membesar,” tulis Hutama dalam laporannya di KabarBursa.
Sementara itu, analis menilai saham DEFI kini masuk kategori high risk high return karena volatilitas yang sangat tinggi dan dominasi transaksi spekulatif. Kapitalisasi pasar yang kecil membuat saham ini lebih mudah bergerak agresif saat terjadi lonjakan volume transaksi.
Hingga saat ini belum terdapat pernyataan resmi terbaru dari pendiri atau founder perusahaan terkait lonjakan harga saham DEFI. Namun pasar masih menunggu realisasi aksi korporasi dan arah transformasi bisnis perseroan sebagai katalis utama pergerakan saham ke depan. (XTH)
Saham DEFI Melonjak 34 Persen, Pasar Soroti Transformasi Bisnis Emiten



