EkonomiUmum

Di Balik Lonjakan PMK, Peternak Jatim Bertahan di Tengah Pasar yang Lesu

395
×

Di Balik Lonjakan PMK, Peternak Jatim Bertahan di Tengah Pasar yang Lesu

Share this article

BISNISINSPIRE.COMJAWA TIMUR – Pagi masih basah oleh embun ketika Sutikno, peternak sapi di pinggiran Kabupaten Ngawi, mulai membersihkan kandang. Beberapa ekor sapinya tampak lemas, mulutnya berbusa, dan nafsu makan menurun. Gejala Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) kembali menghantui awal tahun 2026, membawa kekhawatiran yang belum sepenuhnya hilang dari ingatan para peternak Jawa Timur.

“Kalau sudah kena PMK, jual juga susah. Harga langsung turun,” ujar Sutikno sambil mengelus punggung sapinya. Sebelum kasus PMK kembali merebak, satu ekor sapi siap jual bisa dilepas dengan harga normal. Kini, peternak harus menerima penurunan harga signifikan, bahkan ada yang memilih menahan ternaknya meski biaya pakan terus berjalan.

Lonjakan kasus PMK yang tercatat di berbagai kabupaten dan kota di Jawa Timur tidak hanya berdampak pada kesehatan ternak, tetapi juga menggerus roda ekonomi peternakan rakyat. Pasar hewan yang biasanya ramai transaksi kini cenderung sepi. Kekhawatiran penularan membuat sebagian pembeli menunda transaksi, sementara penjual berada di posisi serba sulit.

Di pasar hewan, para pedagang ternak merasakan hal serupa. “Pembeli masih ada, tapi pilih-pilih. Sedikit saja sapi kelihatan kurang sehat, langsung ditinggal,” kata seorang pedagang sapi di wilayah Madiun. Menurutnya, penurunan minat beli berdampak langsung pada perputaran uang di pasar, yang biasanya menjadi nadi ekonomi mingguan bagi banyak keluarga.

Biaya operasional juga menjadi beban tambahan bagi peternak. Selain pakan, mereka harus menyediakan vitamin, obat, dan disinfektan untuk mencegah penyebaran PMK di kandang. Bagi peternak kecil, pengeluaran ini terasa berat, terutama ketika pemasukan belum pasti.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur berupaya meredam dampak ekonomi tersebut dengan mempercepat vaksinasi PMK dan memberikan pendampingan kesehatan hewan. Harapannya, ternak yang telah divaksin tetap bisa diperdagangkan secara aman dan kepercayaan pasar perlahan pulih. Namun, proses pemulihan ekonomi tidak bisa terjadi dalam semalam.

See also  Roket New Glenn Blue Origin Sukses Kirim Satelit NASA ke Mars

Meski demikian, sebagian peternak memilih bertahan dan tetap optimistis. “Kalau vaksin lancar dan pembeli percaya lagi, insyaallah pasar hidup,” ujar Sutikno. Ia berharap wabah ini segera terkendali agar peternak kecil tidak terus berada di bawah tekanan.

Di tengah lonjakan kasus PMK, kisah para peternak Jawa Timur menunjukkan bahwa wabah penyakit hewan bukan sekadar persoalan kesehatan ternak, melainkan juga ujian ketahanan ekonomi rakyat kecil. Saat vaksinasi dan pengendalian terus berjalan, harapan terbesar mereka sederhana: ternak sehat, pasar kembali bergerak, dan penghidupan bisa bernafas lega kembali. (EZU)